News

Presiden IOI : Kebijakan Pemerintah Program LCEV Pemerintah Jalan Ditempat

Posted on Kamis, 8 Desember 2016, 04:18

IOI NEWS - Presiden Institut Otomotif Indonesia (IOI), Made Dana Tangkas menyebutkan bahwa program low carbon emission vehicle (LCEV) dari pemerintah dinilai stag atau jalan ditempat.

“Maksudnya, Kebijakan yang disusun untuk mendukung pengurangan emisi karbon itu belum dapat diterapkan karena sejumlah masalah dalam penyusunannya,” tuturnya dalam keterangannya di Bali, Rabu (7/12).

Made Dana Tangkas menekankan bahwa Kementerian Perindustrian selaku eading sector penerapan kebijakan itu menyebut perlu ada roadmap insentif yang lebih matang. Bersama Kementerian Keuangan, Kementerian Perindustrian terus merumuskan insentif yang paling cocok untuk pengembangan LCEV di dalam negeri.

Kendati demikian, Made Dana Tangkas mengutarakan bahwa pihaknya akan  serius mengembangkan kendaraan yang rendah emisi dan hemat bahan bakar, nyatanya hingga kini pemerintah belum memastikan kapan kebijakan LCEV dikeluarkan dan berlaku di Indonesia.

“Pemerintah terus berkutat dengan insentif yang akan diberikan kepada pelaku industri karena mahalnya ongkos produksi LCEV dan minimnya pasar kendaraan tersebut di dalam negeri. Dengan kelonggaran fiskal yang diberikan, pemerintah berharap dapat memperlebar pasar dan mendorong manufaktur kendaraan bermotor mau melakukan produksi di Indonesia,” paparnya.

Menurutnya, LCEV merupakan lanjutan dari LCGC. Namun, sejauh ini pemerintah belum membuat aturan turunan yang lebih spesifik sehingga bisa diterapkan oleh produsen otomotif.

Made Dana Tangkas menegaskan dengan mengatakan “Komitmen pemerintah untuk mengurangi emisi hingga 29% pada 2030 itu berapa besar kontribusi dari otomotif? Lalu, bahan bakar apa yang bisa digunakan, apakah itu biofuel, biodiesel, atau gas? Itu yang perlu dibahas lebih jelas.”

Selanjutnya juga, Made Dana Tangkas menilai terkait intensif, pemerintah dapat membuat stimulasi sederhana sehingga tidak menghilangkan potensi pendapatan untuk negara, sembari tetap mengakomodasi bisnis di sektor  otomotif.

“pasar otomotif di dunia mengarah ke kendaraan yang ramah lingkungan. Di negara maju, permintaan mobil ramah lingkungan sangat besar karena adanya dukungan ketersediaan tempat pengisian bahan bakar dan baterai untuk kendaraan listrik,”Terangnya.

Other News of IOI

24 Mei 2018

2nd anniversary & buka puasa bersam...

Acara silaturahmi, buka puasa dan 2nd anniversary IOI bersama kalangan ABGCM di Annex Bldg Lt10 hotel Pullman. Tema : Memasuki Indonesia i4.0 dan Moto...

8 Sep 2017

Mobil Perdesaan Lebih Murah dari LC...

Gaung keberadaan konsep mobil perdesaan dan versi produksi yang dirintis Kementerian Perindustrian dan Institut Otomotif Indonesia (IOI), sempat mati ...

4 Sep 2017

IOI dan MAI Fasilitasi Kerja Sama P...

IOI NEWS - Untuk kesekian kalinya IOI (Institut Otomotif Indonesia) dan MAI (Malaysia Automotive Institute) berdiskusi tentang industri otomotif di ke...

3 Sep 2017

Kendaraan Pedesaan Bukan Hanya Soal...

IOI NEWS - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menegaskan realisasi rencana kendaraan pedesaan diharapkan bisa menjadi awal terbentuknya industri...

31 Augt 2017

IOI Dorong Bali Jadi "Pilot Projek...

Indonesia memiliki sumber daya alam melimpah yang bisa dipergunakan sebagai energi baru untuk mendukung program pemerintah. Institut Otomotif Indonesi...

5 Feb 2017

EXPO INDUSTRI KREATIF MOBIL DAN MOT...

Membangun industri kreatif Indonesia yang berdaya saing menuju pasar bebas ASEAN dan perdagangan global, 2 – 12 Maret 2017

21 Jan 2017

Penandatanganan MoU antara MAI dan ...

Penandatanganan MoU antara Institut Otomotif Malaysia dan Institut Otomotif Indonesia di Kuala Lumpur


Sekretariat


Politeknik STMI, Jl. Letjen Suprapto No.26, Cemp. Putih Tim., Cemp. Putih, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta

(021) 42801783

secretariat@ioi.or.id


NEWSLETTER


Subscribe to our newsletter and receive the latest offers and updates


Copyright © 2018 Institut Otomotif Indonesia All Rights Reserved.